THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES ?

Friday, October 31, 2008

“ Realitas Cyber ada dalam duniaku...”

Pertama kali kemunculannya, teknologi telah mampu menyihir masyarakat dunia menjadi manusia yang memiliki budaya konsumerisme yang sangat tinggi dan menjadi sangat tergantung karena telah terbuai akan kemudahan yang diberikan oleh teknologi terlebih lagi adanya alasan teknologi mampu mengefektifkan waktu dan pekerjaan. Salah satu produknya yaitu teknologi telekomunikasi yang hingga saat ini terus berkembang bahkan mampu melahirkan versi-versi baru. Teknologi komunikasi telah membantu umat manusia dalam berinteraksi dengan manusia yang ada pada komunitas lain dengan lebih mudah, dalam arti manusia sangat di beri kemudahan untuk berkomunikasi tanpa harus meninggalkan tempat atau aktivitas yang sedang dilakukannya. Untuk melakukan interaksi pun tidak lagi harus terkungkung dalam sekat-sekat teritorial sutu negara. Teknologi telekomunikasi telah membawa manusia kepada suatu peradaban baru dengan struktur sosial beserta tata nilainya. Artinya, masyarakat berkembang menuju masyarakat baru dengan struktur global dimana sekat-sekat negara mulai memudar. Sistem tata nilai dalam suatu masyarakat berubah, dari yang bersifat lokal-partikular menjadi global-universal. Hal ini pada akhirnya akan membawa dampak pada pergeseran nilai, norma, dan kesusilaan.
Pada perkembangannya..., teknologi telekomunikasi telah menemukan “menu perubahan” baru yang siap dihidangkan pada masyarakat dunia. Menu itu dinamakan komputer. Dengan munculnya komputer yang merupakan produk gabungan ilmu pengetahuan dan teknologi, terjadilah suatu konvergensi antara teknologi dan telekomunikasi, media dan komputer. Konvergensi itu menghasilkan sarana baru yang disebut dengan internet. Internet telah memberikan sesuatu yang sama sekali baru pada umat manusia sekaligus membuat kecenderungan akan teknologi dalam diri manusia semakin kuat dan memuncak. Internet mampu menghadirkan realitas kehidupan baru pada manusia. Ia telah mengubah jarak dan waktu menjadi tidak terbatas. Dengan medium internet orang dapat melakukan berbagai aktivitas yang dalam dunia nyata (real) sulit dilakukan, karena terpisah oleh jarak, menjadi lebih mudak untuk dilakukan. Suatu realitas yang berjarak berkilo-kilo meter dari tempat kita berada, dengan medium internet dapat dihadirkan di tempat kita berada. Internet seakan –akan menjadi tempat perpindahan realitas kehidupan, dari kehidupan nyata (real) ke kehidupan maya (virtual). Hal ini dapat dipahami dikarenakan dengan internet aktivitas yang sulit dilakukan du dunia nyata dapat (dengan mudah) dilakukan di dunia maya. Realitas virtual memberi janji dan jaminan yang lebih dari sekedar “realitas kosong”. Artinya masyarkat mempunyai kesempatan besar dalam menciptakan realitasnya sendiri, sebuah realitas baru yang tidak pernah dialami sebelumnya. Di samping itu dunia maya (cyberspace) sebagai bagian dari “era baru digital” mampu menciptakan komunitas manusia yang nantinya “terhindar” dari keterbatasan dirinya dalam menangkap realitas yang ada. Dengan kata lain, penangkapan manusia terhadap realitas yang pada dasarnya dibatasi oleh ruang dan waktu, ketika setiap orang tidak dapat mengalami dua realitas yang berbeda dalam ruang dan waktu secara simultan dan dalam waktu yang bersamaan. Dunia cyberspace merupakan dunia bukan ruang dalam pengertian secara umum atau ruang tiga dimensi, melainkan sebuah metafora, sebuah “ruang” simbolis yang menjadi tempat tinggal jutaan manusia,tidak dalam pengertian fisik dan kadang-kadang dipertukarkan dengan istilah net. Contohnya, seperti yang saya lihat pada fenomena saat ini, banyak sekali manusia dari berbagai usia yang doyan berkomunikasi lewat dunia maya, kalau mereka ditanya sedang apa? Istilah ngetrendnya sih chatting...
Dunia internet (cyberspace) memang telah menawarkan budaya baru kehidupan yang memungkinkan setiap orang untuk “menyelam” dalam realitas tanpa batas yang lebih dari sekedar melihat gambar visual didalamnya, melainkan labih jauh merasakan pengalaman yang sangat kompleks dan “nyata” tanpa harus beranjak dari tempat duduknya. Ketika saya tahu bahwa yang dinamakan chatting itu sama halnya kita mengobrol dengan orang lain dan disitulah muncul feedback dari apa yang ingin kita komunikasikan, jika berbicara hanya dua orang , apabedanya dengan komunikasi antarpribadi? Namun biasanya orang-orang yang ngobrol di dunia maya tidak hanya dilakukan pada satu orang saja, pernah saya lihat ada seorang teman yang chatting dengan ”bejibun” orang, ketika ditanya kamu kenal? Ternyata perkenalan itu berlangsung ketika teman saya menanggapi sapaan orang yang berada dalam “dunia maya”, kebingungan akan arti komunikasi sesungguhnya masuk dalam pemikiran saya, akankah muncul jenis komunikasi baru, memang setahu saya komunikasi cyber itu sudah ada tetapi yang membedakan dengan jenis komunikasi lain hanyalah medianya,ada yang mau mengkaji lebih dalam??? (^_^)
Seperti sebelumnya, realitas maya itu ada karena jelas ada penghuninya, sama halnya didalam kehidupan nyata, tak akan ada negara jika tidak ada penghuninya. Maka dari itu muncullah masyarakat cyber sebutan bagi mereka-mereka yang mengkonsumsi dan berinteraksi melalui media internet. Masyarakat (community) adalah kelompok-kelompok orany yang menempati sebuah wilayah tertentu, yang hidup realti lama, saling berkomunikasi, memiliki simbol-simbol dan aturan tertentu serta sistem hukum yang mengontrol tindakan anggota masyarakat, dan sadar menjadi anggota masyarakat. Ketika penemuan teknologi informasi telah berkembang secara massal, maka teknologi itu pun telah mengubah masyarakat dunia lokal menjadi masyarakat global, sebuah dunia yang sangat transparan terhadap perkembangan informasi, transportasi serta teknologi yang begitu cepat dan begitu besar mempengaruhi peradaban umat manusia, sehingga dunia juga dijuluki sebagai the big village, sebuah desa yang besar dimana masyarakatnya saling kenal dan saling menyapa satu sama lain dengan tanpa batasan wilayah atau teritorial tertentu. Perkembangan teknologi informasi juga tidak saja mampu menciptakan masyarakat dnia global, namun secara materi mampu mengembangkan ruang gerak kehidupan baru bagi masyarakat sehingga tanpa disadari , komunitas manusia telah hidup dalam dua dunia kehidupan, yaitu kehidupan masyarakat nyata dan kehidupan masyarakat maya (cybercommunity). Pada awalnya masyarakat maya adalah sebuah fantasi manusia tentang dunia lain yang lebih maju dari dunia saat ini. Namun ketika teknologi manusia mampu mengunkapkan misteri pengetahuan itu, maka manusia mampu menciptakan ruang kehidupan batu bagi manusia didalam duni hiper-realitas itu.
Masyarakat cyber adalah revolusi terhadap sebuah perubahan masyarakat maya. Bahwa manusia tidak pernah puas hidup dalam dunia terbatas dan hanya dalam ruang yang sempit. Sifat membebaskan diri yang ada pada manusia terbukti dari gagasannya menciptakan bagian kehidupan baru untuk manusia, yaitu masyarakat maya (cyber). Proses sosial masyarakat cyber ada yang bersifat sementara dan ada juga yang bersifat menetap dalam waktu yang relatif lama atau menetap untuk selama-lamanya. Sifat proses sosial dan interaksi sosial yang saya tangkap ketika melihat mereka-mereka yang sedang menjelajahi dunia maya atau bisa disebut sebagai salah satu masyarakat cyber, ternyata proses interakrinya ditentukan oleh kepentingan mereka dalam dunia maya. Interaksi sosial yang sementara, terjadi pada anggota masyarakat yang sepintas lalu hanya ingin “jalan-jalan” dan bermain sebentar di dunia maya seperi browsing. Ada pula interaksi sosial yang berlangsung cukup lama diantara sesama anggota masyarakat lainnya. Mereka-mereka adalah para pengguna internet (netter) yang setiap saat berada dalam masyarakat maya. Biasanya yang dilakukan para netter ini seperti bergaul, menyapa, berbisnis, bercinta, belajar, bahkan berbagi informasi kepada sesama masyarakat maya. Hampir sama dengan masyarakat dalam kehidupan nyata, masyarakat maya juga membentuk suatu hubungan melalui interaksi sosial. Syarat-syarat yang diperlukan juga relatif sama seperti harus memiliki social contact dan adanya communication. Hubungan yang dibangun memang berbeda dengan kehidupan masyarakat nyata, para cybercommunity ini melakukan hubungan melalui media jaringan-jaringan komputer, Sehingga dengan demikian perubahan sosial dalam masyarakat maya adalah sebuah hukum masyarakat yang terjadi setiap saat. Perubahaan sosial dalam masyarakat cyber memiliki dampak-dampak budaya yang sangat luas dan tajam, karena selain sifat perubahannya yang mengglobal, perubahan sosial ini berlangsung dengan amat sangat cepat, sehingga banyak menyebabkan efek ganda terhadap perubahan perilaku pada masyarakat cyber dan masyarakat nyata serta menyebabkan gesekan-gesekan sosial yang tajam didalam kedua belahan masyarakat tersebut. Dengan demikian, maka perubahan sosial pada masyarakat cyber erat kaitannya dengan efleksi realitas nyata, sementara perubahan sosial ini berkaitan pula dengan berbagai masalah yang muncul kemudian, terutama yang berhubungan dengan kontak-kontak budaya global.
Cyber telah membuat manusia-manusia ( sebagai pengguna ) mampu menjelajah ruang maya kemana-mana, berkomunikasi dengan beragam informasi global, memasuki jagad perbedaan dan lintas etnis, agama, politik, budaya, dan sebagainya. Manusia diajak bercengkerama, berdialog, dan mengasah ketajaman nalar dan prikologisnya dengan alam yang hanya tampak di layar, namun sebenarnya mendeskripsikan realitas kehidupan manusia. Memang jika dilihat dari segi medianya kehidupan maya mampu menjadi ruang yang ideal untuk sebuah komunikasi yang terbuka, yaitu sebagai ruang yang siapa pun bisa berperan didalamnya. Akankah realitas nyata menghilang akibat manusia lebih antusias hidup dalam realitas virtual? Masa depan dalam dunia maya seperti film matrix....i can’t imagine..(T_T).

-desta_Unperfect

0 komentar: