Awalnya, bagi saya ini bukan suatu masalah yang besar ketika semua masyarakat mempunyai hak untuk bertahan hidup..namun ketika ada teman dekat saya yang berasal dari tempat yang sama dengan saya yaitu Kalimantan Timur bercerita dengan sedikit berapi-api pada saya kalau dia baru saja berdebat kecil dengan teman kuliahnya, simbolkan saja si A ini teman dekat saya, dan si B ini temen kuliah si A yang berasal dari luar kalimantan..(supaya nggak bingung..). Berawal dari si B berkata pada si A, orang kalimantan itu nggak punya jiwa nasionalisme yah,,masa beli gula aja pake produk dari malaysia..merasa sebagai anak kalimantan si A menjawab, bukannya nggak nasionalis..sekarang gini harga gula di malaysia lebih murah dibanding gula indonesia, selain itu dari mutu saja jauh..bukankah itu yang dicari dari setiap masyarakat?? Si B menjawab,ok..kalau begitu alasannya, kenapa orang kalimantan nggak berusaha menghasilkan sesuatu yang sama ditempatnya, ini malah mengkonsumsi bukan memproduksi...(susah ya..(^_^)), si A membalas, di kalimantan buat pabrik sih ok-ok saja tapi gimana pemerintahnya...sumbangsihnya apa,selain itu tebunya dapat dari mana..lahan di kalimantan itu tanahnya gambut euy..jangankan tebu,cari aja lahan persawahan kalau ada...nggak mungkin juga tebunya dikirim dari jawa..biaya nambah berapa,,trus hutan mana lagi yang harus di tebang hanya untuk membangun sebuah pabrik gula.??,tetapi si B tetap beragumen menyalahkan kenyataan itu.menyadari kalau suasana sedikit memanas, si A hanya bisa mengatakan kalimat terakhir sambil tersenyum sebelum pergi berlalu..”ada yang praktis koq di buat repot..” hihihi...kayak mengutip kata-kata bpk.Gusdur.”Gitu ajah kok repot..!!!”.menghadapi pemerintah saja masyarakat dibuat repot...kenapa kebutuhan jadi masalah..??
Sebagai orang Indonesia saya malu tapi kenyataan itu memang terjadi, kita dari kecil sudah dididik untuk melakukan sesuatu yang simpel-simpel, misal untuk memperoleh uang saja banyak masyarakat yang memakai jalan pintas, mereka bahkan anak-anak mereka diajarin mengemis, meminta-minta yang saya pikir masuk akal kalau itu kiat cepat mendapat uang, yang lebih ekstrem lagi merampok,copet,jambret (perlu diketahui saya salah satu korbannya..hikss!),lantas mau gimana lagi. Rakyat yang serba berkecukupan atau dibawah dari cukup tentunya memilih sesuatu yang tidak merugikan, jangankan yang seperti itu, orang-orang kaya yang hobi shoping saja lebih bersemangat kalau di salah satu departmen store lagi ngadain sale besar-besaran. Semua dilakukan saya pikir hanya untuk cari keuntungan kok..nggak ada manusia yang mau rugi. Masyarakat Indonesia sudah seperti ini adanya,mau bicara tentang jiwa Nasionalisme juga yang dimaksud nasionalisme itu seperti apa..Lah wong biayain hidup sehari-hari saja susah,apa-apa mahal,semua harga naik rakyat semakin terjepit, apa salah mereka memilih sebuah pilihan yang paling tidak meringankan beban hidup mereka...realitanya seperti ini,coba saja tanya pada ibu-ibu rumah tangga,mereka sudah cukup dipusingkan dengan keadaan rumah,trus harus seperti apa lagi..?? saya lebih baik memilih abstain dari pada harus pro dan kontra,banyak yang protes...hmmm saya cukup sadar kok, saya juga salah satu refleksi dari masyarakat indonesia..hehehe. Saya rasa jiwa nasionalisme masih ada dalam diri seseorang ketika mereka sadar dan “ringan tangan” ketika tahu bahwa disekitarnya ada yang sangat membutuhkannya, jika kita mampu membuat suatu karya terbaik untuk bangsa indonesia, mengenang jasa-jasa pahlawan,owh..itu pasti dengan upacara,menyanyi lagu kebangsaan itu memang sudah mendarah daging bagi masyarakat indonesia. Tapi kalau masalah ada yang menjudge harus memakai produk dalam negeri baru itu yang namanya punya jiwa nasionalisme...owhhh..lebih baik kita tersenyum dan biarkan mereka bercermin..tak ada yang sempurna, sebagai anak bangsa berbanggalah sudah dilahirkan ditanah air Indonesia, untuk keputusan dalam kehidupan biarkanlah masyarakat menentukan sendiri, masyarakat pasti dapat berpikir kritis dan kreatif, karena makna di setiap pemikiran seseorang itu berbeda-beda dan selama tidak merugikan lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara....
“No body Perfect, but Always praCtise can Make Perfect”
-desta_Unperfect-
Juknis Harkitnas 118 tahun 2026
3 weeks ago









2 komentar:
meskipun memakai produk luar,namun semoga jiwa dan raganya tetap merah putih.
nasionalis banged menurukuw..
tukeran link yuk
Post a Comment